Saturday, September 21, 2013

Imajinasi agak serius

Di suatu pagi, saat kebutuhan perut harus segera terpenuhi, bangunlah si gadis lugu dari tidur panjangnya.. Terdengar suara "ting ting ting" melewati pekarangan rumah.. Bukan! bukan ayu ting ting yang lewat buat nyanyi aku masih ting ting, tapi si tukang bubur langganan yg gak pernah absen lewat depan rumah.. Sambil memesan, si gadis lugu pun mulai berkhayal.. Lalu di dalam lamunan nya muncul pemikiran bahwa hidup itu bagaikan mangkuk bubur ayam yg tiap pagi di pukul-pukulin sama si mamang nya.. Tapi heran, si mangkuk aja gak pernah ngeluh, masa iya manusia kalah sama mangkuk bubur ayam? Karna mangkuk bubur pun juga punya hati. Dan pagi ini si mangkuk sudah memberi contoh baik kepada gadis lugu untuk selalu mensyukuri hidup. Contoh lain adalah para kucing yg sudah antri di bawah kaki untuk menunggu sisa makan si gadis lugu. Yang membingungkan adalah "apakah para kucing ini juga memakan bubur? atau si kucing salah paham karena melihat adanya tulisan ayam setelah bubur di gerobak tukang bubur? Mungkin di pikirnya akan ada sisa tulang untuk mereka.. Lalu kenapa kucing lebih suka daging atau tulang ayam di banding pisang? Sedangkan monyet lebih suka pisang di banding bubur? Ajaibnya manusia masih bisa memakan semua makanan tersebut. Apakah manusia bagian dari kucing dan monyet? Pertanyaan yg sangat membingungkan.....
Lamunan tentang kucing, monyet, beserta para mangkuk pun berakhir karena ternyata si gadis lugu sudah kebelet pipis. Tapi kenapa di dalam kamar mandi juga ada yg lagi pipis? Apakah si kucing atau si monyet juga kebelet pipis? Lalu haruskah gadis lugu pipis di mangkuk bubur?

SEKIAN.

Thursday, September 19, 2013

Patapokopang-ing

Berawal dari kelinci tak berdosa yg memiliki kumis tipis dan bulu keriting, berpenampakan seperti domba dalam film shaun the sheep, namun sedikit berbeda karena mengenakan celana pink polkadot + pita bunga bunga di leher.. Mungkin sebelum reinkarnasi ada kesalahan dalam catatan si malaikat tanpa nama sehingga lahirlah sebuah game eksis dengan tokoh utamanya si kelinci tak berdosa ini, yg bersedia menjadi bahan percobaan untuk permainan yg entah maksud dan tujuannya apa dibuat, karena sejak kecil permainan seperti congklak dan petak umpet pun tidak mempunyai arti yg begitu mendalam. Mungkin game unyu ini sedikit berguna dalam mengisi kekosongan di saat dunia memberi pengharapan palsu terhadap gadis lugu seperti saya.. Sampai pada akhirnya planet pokopang menjadi tempat terfavorit si gadis lugu untuk menghabiskan waktu, hingga rasa cintanya terhadap planet ini melebihi kecintaan romeo dan juliet pada masanya.. Oh ya dan di planet pokopang juga hadir para monster yg masing masing mempunyai nama samaran seperti dodo kuru odie horat dan lain-lain.. Andai saja monster monster ini bisa membantu mengerjakan tugas kantor atau sekedar jadi temen ngeteh sambil ngipasin si gadis lugu biar bisa terbang, tapi sayangnya jobdesk si monster hanya untuk di pukulin sampai mati sambil di teriakin "hiyyaaaakkkk..." sama si kelinci berbulu domba dan teman teman nya yg mungkin sudah di upgrade. Entah gajinya berapa tapi sangat di sayangkan karena monster monster ini juga tidak bisa di ajak jalan-jalan ke mall untuk nonton film iron man misalnya, si manusia setrika. Atau buat tukang foto pas mau narsis biar bisa di upload ke path, sungguh sangat di sayangkan..

Bersambung..